Ada beberapa Jenis makanan yang merupakan sumber karbohidrat sehat.

Ini Jenis Makanan yang Merupakan Sumber Karbohidrat

Karbohidrat merupakan salah satu sumber energi utama bagi tubuh manusia. Zat gizi ini berperan penting dalam menyediakan bahan bakar untuk aktivitas sehari-hari, fungsi otak, dan berbagai proses metabolisme lainnya.

Meskipun seringkali dikaitkan dengan penambahan berat badan, karbohidrat sebenarnya merupakan komponen penting dari diet seimbang.

Jenis-Jenis Makanan Sumber Karbohidrat

Ada berbagai jenis makanan yang mengandung karbohidrat, di antaranya:

Biji-bijian

Beberapa jenis biji-bijian yang menagndung karbohidrat antara lain:

  • Nasi: Merupakan sumber karbohidrat pokok bagi banyak orang di seluruh dunia. Nasi putih dan nasi merah sama-sama mengandung karbohidrat, tetapi nasi merah memiliki kandungan serat yang lebih tinggi.
  • Roti: Roti gandum utuh merupakan pilihan yang lebih sehat daripada roti putih, karena mengandung lebih banyak serat dan nutrisi.
  • Pasta: Pasta juga merupakan sumber karbohidrat yang baik, terutama pasta gandum utuh.
  • Oatmeal: Oatmeal adalah sarapan yang sehat dan mengenyangkan, kaya akan serat dan karbohidrat kompleks.
  • Jagung: Jagung adalah sayuran yang mengandung karbohidrat. Dapat di konsumsi dengan berbagai cara, seperti di rebus, di bakar, dan di buat menjadi tepung.

Umbi-umbian

Beberapa jenis umbi-umbian yang tinggi kandungan karbohidrat, antara lain:

  • Kentang: Kentang merupakan sumber karbohidrat yang serbaguna dan mudah diolah.
  • Ubi jalar: Ubi jalar mengandung karbohidrat kompleks, serat, dan vitamin A.
  • Singkong: Singkong adalah sumber karbohidrat yang sering ditemukan pada daerah tropis, dan dapat di olah menjadi berbagai jenis makanan.

Buah-buahan

Beberapa jenis buah-buahan yang tinggi kandungan karbohidrat, antara lain:

  • Pisang: Pisang adalah sumber karbohidrat, kalium, dan vitamin C.
  • Apel: Apel mengandung karbohidrat, serat, dan antioksidan.
  • Mangga: Mangga merupakan buah yang memiliki rasa manis, dan banyak mengandung vitamin, serta karbohidrat.

Kacang-kacangan

Beberapa jenis umbi-umbian yang tinggi kandungan karbohidrat, antara lain:

  • Kacang merah: Kacang merah mengandung karbohidrat, protein, dan serat.
  • Kacang polong: Kacang polong merupakan sumber karbohidrat dan protein nabati.

Karbohidrat Kompleks vs. Karbohidrat Sederhana

Penting untuk membedakan antara karbohidrat kompleks dan karbohidrat sederhana. Karbohidrat kompleks, seperti yang ditemukan dalam biji-bijian utuh, dicerna lebih lambat oleh tubuh, sehingga memberikan energi yang lebih stabil.

Sementara itu, karbohidrat sederhana, seperti gula dan roti putih, dicerna lebih cepat dan dapat menyebabkan lonjakan kadar gula darah.

Tips Memilih Sumber Karbohidrat yang Sehat

  • Pilih biji-bijian utuh daripada biji-bijian olahan.
  • Batasi konsumsi minuman manis dan makanan olahan yang tinggi gula.
  • Konsumsi buah-buahan dan sayuran sebagai sumber karbohidrat alami.
  • Perhatikan porsi makan untuk menjaga keseimbangan kalori.

Dengan memilih sumber karbohidrat yang tepat dan mengonsumsinya dalam jumlah yang seimbang, kamu dapat memperoleh energi yang cukup untuk menjalani aktivitas sehari-hari dan menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan.


Referensi:
Cengage Learning. Diakses pada 2025. Advanced Nutrition and Human Metabolism. Harvard T.H. Chan School of Public Health. Diakses pada 2024. Carbohydrates. 
Mayo Clinic. Diakses pada 2025. Carbohydrates: How Carbs fit into A Healthy Diet
McGraw-Hill Education. Diakses pada 2025. Harper’s Illustrated Biochemistri. 
MedlinePlus. Diakses pada 2025. Carbohydrates. 
PMC. Diakses pada 2025. Carbohydrates. 

Sumber

Asupan karbohidrat berlebihan bisa memicu terjadinya diabetes.


 

Karbohidrat jadi asupan yang perlu dicukupi selain protein dan lemak. Bukan hanya jadi bahan bakar bagi otak dan sel tubuh, karbohidrat juga berfungsi mengatur kesehatan pencernaan dan kadar kolesterol.

Meski penting, asupannya perlu dibatasi karena berisiko menimbulkan gangguan kesehatan, salah satunya diabetes. Jika berlebihan, gula darah akan meningkat, sehingga kerja pankreas menjadi semakin berat.

Jurnal Low Carbohydrate Diet menyebutkan, total karbohidrat harian yang dikonsumsi harus dibatasi. Total konsumsi harian bagi pengidap diabetes hanya berkisar 20-30 gram saja.

Makanan yang Mengandung Karbohidrat Tinggi

Kamu disarankan membatasi asupan makanan ini guna menurunkan risiko diabetes:

1. Roti dan Biji-Bijian

Roti tersedia dalam berbagai jenis dan bentuk. Terlepas dari itu semua, roti mengandung tinggi karbohidrat karena terbuat dari tepung halus dan biji-bijian.

Selain roti, kamu juga perlu menghindari konsumsi nasi dan gandum. Berikut ini panduan kandungan karbohidrat yang terdapat dalam beberapa jenis roti:

  • Roti tawar (1 potong) mengandung 13 gram karbohidrat.
  • Roti gandum utuh (1 potong) mengandung 14 gram karbohidrat.
  • Tepung tortilla (besar) mengandung 35 gram karbohidrat.
  • Roti bagel mengandung 55 gram karbohidrat.

2. Beberapa Jenis Buah

Konsumsi banyak buah dan sayuran secara teratur berkaitan dengan penurunan risiko kanker dan sakit jantung. Namun, banyak jenis buah yang harus dihindari karena mengandung tinggi karbohidrat.

Beberapa jenis buah tinggi karbohidrat termasuk:

  • Apel (1 buah) mengandung 23 gram karbohidrat.
  • Pisang (berukuran sedang) mengandung 27 gram karbohidrat.
  • Kismis (sebanyak 1 ons atau 28 gram) mengandung 23 gram karbohidrat.
  • Kurma (2 buah ukuran besar) mengandung 36 gram karbohidrat.
  • Mangga (sebanyak 165 gram) mengandung 25 gram karbohidrat.

3. Sayuran

Sayuran merupakan sumber vitamin dan mineral yang baik. Namun, beberapa jenis sayuran di bawah ini mengandung tinggi karbohidrat sehingga perlu dibatasi asupannya.

Sayuran tinggi karbohidrat termasuk:

  • Jagung (sebanyak 165 gram) mengandung 24 gram karbohidrat.
  • Kentang (berukuran sedang) mengandung 34 gram karbohidrat.
  • Ubi jalar atau ubi (berukuran sedang) mengandung 27 gram karbohidrat.
  • Bit (sebanyak 170 gram) mengandung 17 gram karbohidrat.

4. Pasta

Pasta mengandung tinggi gula dan karbohidrat, serta rendah nutrisi. Risiko diabetes semakin tinggi jika pasta dikonsumsi dalam jumlah berlebihan. Dalam 1 cangkir pasta (151 gram) mengandung 46 gram karbohidrat. 

5. Sereal

Faktanya, sereal yang kerap dikonsumsi saat sarapan mengandung tinggi karbohidrat. Dalam satu cangkir (234 gram) mengandung 27 gram karbohidrat.

Porsinya harus dibatasi. Sebab, semangkuk sereal tanpa tambahan susu saja bisa melebihi batas total karbohidrat harian yang disarankan.

6. Yoghurt Manis

Dalam satu cangkir yoghurt manis seberat 245 gram mengandung 47 garam karbohidrat. Jika kamu ingin mengonsumsi yoghurt, pastikan untuk memilih varian ‘plan’.

Jika menginginkan rasa manis, kamu bisa menambahkan buah-buahan sebagai topping. Ini lebih aman ketimbang kamu mengonsumsi yoghurt manis.

7. Kacang-kacangan

Kacang-kacangan memberi banyak manfaat baik untuk kesehatan, termasuk menurunkan risiko peradangan dan sakit jantung. Namun, konsumsinya tidak boleh berlebihan karena mengandung tinggi karbohidrat.

Berikut adalah jumlah karbohidrat dalam 1 cangkir kacang atau setara dengan 160 hingga 200 gram:

  • Lentil mengandung 39 gram karbohidrat.
  • Kacang polong mengandung 25 gram karbohidrat.
  • Kacang hitam mengandung 41 gram karbohidrat.
  • Kacang pinto mengandung 45 gram karbohidrat.
  • Buncis mengandung 45 gram karbohidrat.
  • Kacang merah mengandung 40 gram karbohidrat.

8. Nasi

Sebagai salah satu sumber karbohidrat paling fundamental di banyak kebudayaan, nasi memiliki berbagai jenis yang masing-masing menawarkan profil nutrisi yang berbeda. 

Nasi putih memiliki indeks glikemik yang tinggi yang bisa cepat meningkatkan kadar gula darah. 

Sebagai alternatif, nasi merah lebih disarankan karena mengandung lebih banyak serat, vitamin B, dan mineral seperti magnesium.

Semua kandungan tersebut penting untuk pengelolaan gula darah yang lebih baik. 

Serat dalam nasi merah membantu memperlambat penyerapan gula, sehingga mengurangi lonjakan gula darah yang tiba-tiba.

9. Kentang

Kentang adalah sumber karbohidrat yang kaya dan serbaguna. Selain itu, kentang merupakan sumber vitamin C dan potasium yang baik. Keduanya penting untuk kesehatan jantung dan fungsi imun. 

Mengonsumsi kentang dengan kulitnya tidak hanya menambah asupan serat tetapi juga nutrisi lain yang terkonsentrasi di kulitnya. 

Cara memasak kentang juga berpengaruh pada kandungan gizi dan indeks glikemiknya.

Sebagai contoh, kentang rebus atau dipanggang memiliki indeks glikemik yang lebih rendah dibandingkan kentang goreng.

10. Jagung

Jagung menyediakan karbohidrat dalam bentuk pati dan sering digunakan dalam berbagai bentuk, seperti jagung manis rebus dan popcorn.

Jagung manis yang direbus adalah sumber energi dan juga menyediakan vitamin seperti vitamin B dan mineral seperti fosfor. 

Popcorn yang disiapkan tanpa banyak garam atau mentega bisa menjadi camilan sehat dengan serat yang cukup, asalkan tidak ditambahkan bahan tambahan yang berlebihan.

11. Minuman manis

Minuman yang mengandung gula tambahan seperti soda dan jus buah mengandung karbohidrat sederhana bisa cepat meningkatkan kadar gula darah. 

Konsumsi berlebihan dari minuman ini telah dikaitkan dengan peningkatan risiko diabetes tipe 2, obesitas, dan masalah kesehatan lainnya. 

Idealnya, ganti minuman manis dengan air atau minuman lain yang tidak mengandung pemanis tambahan.

Cara ini dapat membantu dalam mengelola asupan karbohidrat dan mencegah lonjakan gula darah.

12. Madu dan Sirup

Walaupun merupakan sumber karbohidrat alami, madu dan sirup seperti sirup maple masih merupakan bentuk gula yang konsentrasi tinggi. 

Mereka memberikan rasa manis dan tambahan kalori tanpa memberikan banyak nutrisi esensial lainnya. 

Seperti halnya gula sederhana lainnya, madu dan sirup cepat diserap oleh tubuh dan dapat menyebabkan peningkatan cepat dalam kadar gula darah. 

Oleh karena itu, penggunaannya harus dibatasi, terutama bagi individu yang berisiko diabetes.

Pentingnya Membatasi Makanan Tinggi Karbohidrat Demi Cegah Diabetes

Makanan tinggi karbohidrat memainkan peran penting dalam diet sehari-hari. Namun, mengatur dan membatasi asupan karbohidrat bisa sangat bermanfaat dalam mencegah diabetes, terutama diabetes tipe 2. 

Berikut adalah beberapa alasan mengapa membatasi karbohidrat penting untuk pencegahan diabetes:

1. Mengontrol Kadar Gula Darah

Makanan tinggi karbohidrat, terutama yang mengandung karbohidrat sederhana atau olahan, dapat menyebabkan lonjakan kadar gula darah dengan cepat. 

Hal ini terjadi karena karbohidrat tersebut cepat dipecah menjadi glukosa dan masuk ke dalam aliran darah. 

Dengan membatasi jenis karbohidrat ini, lonjakan gula darah bisa dikurangi.

2. Meningkatkan Sensitivitas Insulin

Resistensi insulin adalah kondisi di mana sel-sel tubuh menjadi kurang sensitif terhadap hormon insulin.

Padahal hormon insulin punya tugas utama mengatur kadar gula darah. 

Pola makan rendah karbohidrat terbukti meningkatkan sensitivitas insulin, sehingga tubuh dapat menggunakan glukosa lebih efisien tanpa memerlukan insulin ekstra yang bisa menyebabkan kelelahan pankreas jangka panjang.

3. Mempromosikan Berat Badan Sehat

Mengurangi asupan karbohidrat, terutama yang olahan, dapat membantu dalam pengelolaan berat badan. 

Berat badan berlebih atau obesitas adalah faktor risiko utama untuk diabetes tipe 2. 

Makanan rendah karbohidrat sering kali lebih tinggi protein dan lemak sehat.

Hal ini dapat meningkatkan rasa kenyang dan mengurangi keinginan untuk ngemil, membantu dalam kontrol berat badan.

4. Menurunkan Risiko Penyakit Jantung

Pengidap diabetes tipe 2 memiliki risiko lebih tinggi terkena penyakit jantung. 

Diet rendah karbohidrat berfokus memilih karbohidrat berkualitas seperti sayuran dan biji-bijian utuh, bukan dari gula tambahan atau karbohidrat olahan.

Cara ini dapat membantu meningkatkan profil lipid darah dan tekanan darah.

5. Stabilitas Energi

Mengurangi asupan karbohidrat, terutama jenis sederhana, dapat memberikan energi yang lebih stabil sepanjang hari. 

Karbohidrat sederhana cepat dicerna dan dapat menyebabkan ‘crash‘ atau penurunan energi yang cepat setelahnya. 


Referensi:
National Library of Medicine. Diakses pada 2025. Low Carbohydrate Diet.
Healthline. Diakses pada 2025. 14 Foods to Avoid (or Limit) on a Low Carb Diet.
Health Harvard. Diakses pada 2025. Carbohydrates.
Sumber

Kamu bisa mendapatkan manfaat daun pepaya jika tepat mengolahnya.

Ini Manfaat Daun Pepaya dan Cara Tepat Mengolahnya


 

Buah pepaya dikenal memiliki banyak manfaat untuk kesehatan tubuh, salah satunya mengatasi konstipasi alias susah buang air besar. 

Selain itu, dalam satu buah pepaya juga terkandung banyak nutrisi, vitamin, dan mineral yang baik untuk kesehatan serta kecantikan. 

Namun jangan salah, selain buahnya, ternyata daun pepaya juga memiliki kandungan yang tidak kalah. 

Meski memiliki rasa yang pahit dan tidak banyak dikonsumsi, daun pepaya nyatanya menyimpan segudang manfaat untuk kesehatan tubuh. 

Rutin mengonsumsi daun pepaya, misalnya direbus atau dijadikan jus, disebut bisa membantu menurunkan risiko kanker, meningkatkan kekebalan tubuh, anti malaria, serta menghambat pertumbuhan bakteri. 

Kandungan Daun Pepaya

Daun pepaya adalah sumber nutrisi yang kaya dan memiliki berbagai kandungan kimia yang bermanfaat. Kandungan utama dari daun pepaya meliputi:

  • Papain: Enzim yang membantu dalam pencernaan protein. Sangat berguna dalam memecah protein yang sulit dicerna.
  • Karpain: Senyawa yang dapat membantu membunuh mikroorganisme parasit dan ameba.
  • Alkaloid: Termasuk pseudocarpain dan dehidrokarpain yang berperan dalam efek farmakologis daun.
  • Flavonoid: Antioksidan yang dapat membantu mengurangi peradangan dan melindungi tubuh dari kerusakan radikal bebas.
  • Vitamin seperti A, C, E, dan beberapa vitamin B: Mendukung sistem imun, penglihatan, dan kesehatan kulit.
  • Mineral seperti kalsium, magnesium, dan zat besi: Penting untuk kesehatan tulang, fungsi saraf, dan produksi hemoglobin.

Manfaat Daun Pepaya untuk Kesehatan

Daun pepaya dikenal memiliki rasa yang pahit, sehingga jarang ada yang mau mengonsumsinya. 

Namun jangan salah, dibalik rasa pahit tersebut ternyata ada banyak nutrisi yang bisa didapat. 

Kandungan nutrisi dalam daun pepaya bisa membantu mengatasi berbagai gangguan kesehatan dan membuat tubuh tetap bugar.

 Berikut ini beberapa manfaat sehat dari konsumsi daun pepaya:

1. Menurunkan Risiko Kanker 

Salah satu manfaat yang bisa didapat dari konsumsi daun pepaya adalah tubuh menjadi lebih sehat dan mencegah risiko kanker. 

Pasalnya, daun pepaya memiliki kandungan sifat anti-kanker yang bisa membantu meningkatkan kekebalan tubuh dalam melawan kanker. 

Konsumsi daun pepaya juga disebut bisa membantu membuang racun dalam tubuh yang bisa menyebabkan kanker. 

2. Anti Malaria 

Selain kanker, daun pepaya ternyata juga bisa berperan sebagai anti malaria. 

Konsumsi daun pepaya bisa membantu mencegah dan mengobati malaria

Untuk mendapat manfaat ini, cobalah untuk rutin mengonsumsi jus daun pepaya satu kali sehari. 

Biar khasiatnya maksimal, hindari menambahkan gula atau zat lain pada jus daun pepaya. 

3. Anti Bakteri 

Daun pepaya bisa membantu menghambat pertumbuhan bakteri penyebab penyakit di tubuh. 

Daun pepaya disebut memiliki kandungan senyawa yang bisa menghambat pertumbuhan mikroorganisme, seperti jamur, cacing, bakteri, parasit, dan jenis bakteri lainnya. 

Selain itu, daun pepaya juga memiliki kandungan tanin yang bisa menghilangkan cacing yang bisa merusak dinding usus. 

4. Mencegah Demam Berdarah 

Konsumsi jus daun pepaya juga bisa membantu mencegah penyakit demam berdarah. 

Penyakit ini terjadi karena infeksi virus yang dibawa oleh nyamuk aedes aegypti dan bisa berakibat fatal. 

Nah, rutin mengonsumsi daun pepaya disebut bisa membantu tubuh dalam mengatasi serangan virus penyebab penyakit ini. 

5. Meningkatkan Kekebalan Tubuh 

Buah pepaya dikenal bisa melancarkan sistem pencernaan, tetapi daunnya ternyata tidak kalah berkhasiat.

Rutin mengonsumsi daun pepaya disebut bisa membantu meningkatkan kekebalan tubuh, sehingga lebih kuat dalam mencegah infeksi virus dan bakteri penyebab penyakit. 

Dengan begitu, tubuh tetap bugar dan terhindar dari penyakit. Selain itu, daun pepaya juga bisa membantu meregenerasi sel-sel darah putih secara alami. 

Meski kaya akan manfaat, konsumsi buah dan daun pepaya tetap harus diimbangi dengan pola hidup sehat, yaitu konsumsi makanan sehat dan berolahraga. 

Dengan begitu, tubuh akan senantiasa bugar dan kuat dalam melawan penyakit. 

Cara Mengolah Daun Pepaya

Daun pepaya dapat diolah dengan berbagai cara tergantung pada penggunaannya, baik sebagai makanan maupun obat. 

Berikut beberapa cara mengolah daun pepaya:

  • Direbus: Daun pepaya sering direbus untuk mengurangi rasa pahitnya. Mereka bisa direbus dalam air garam dan kemudian dicuci dengan air dingin sebelum dimasak lebih lanjut.
  • Dijadikan Sayur: Daun pepaya yang sudah direbus bisa dicampur dengan bumbu seperti bawang, bawang putih, dan kelapa parut untuk dijadikan sayur yang lezat.
  • Dijadikan Teh: Daun pepaya kering bisa diseduh sebagai teh. Ini populer untuk manfaat kesehatannya seperti meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan membantu pencernaan.
  • Jus Daun Pepaya: Daun bisa dijus setelah direbus untuk mengurangi rasa pahitnya. Jus ini dikonsumsi untuk tujuan kesehatan.

Apa Kata Riset?

Penelitian yang terbit di MDPI Foods menunjukkan bahwa daun pepaya kaya akan protein, karbohidrat, dan juga zat antioksidan seperti flavonoid, fenolik, dan tanin. 

Zat-zat ini sangat baik untuk kesehatan. Daun pepaya juga memiliki banyak mineral seperti kalium, kalsium, magnesium, natrium, dan besi, yang menjadikannya bagus untuk digunakan dalam makanan yang menyehatkan. 

Selain itu, daun pepaya bisa melawan bakteri seperti E. coli dan S. aureus, yang membantu mencegah infeksi.

Efek Samping Daun Pepaya

Meskipun daun pepaya memiliki banyak manfaat, ada beberapa efek samping yang perlu kamu waspadai, terutama jika dikonsumsi dalam jumlah besar atau oleh orang-orang tertentu:

  • Toksisitas: Kandungan alkaloid dan papain dalam dosis tinggi bisa beracun.
  • Iritasi Lambung: Karena sifatnya yang kuat, daun pepaya bisa menyebabkan iritasi lambung atau perut pada beberapa orang.
  • Reaksi Alergi: Beberapa orang mungkin mengalami reaksi alergi terhadap daun pepaya, yang bisa mencakup ruam, gatal, atau kesulitan bernapas.
  • Pengaruh pada Kehamilan: Daun pepaya mungkin memiliki sifat yang merangsang kontraksi, sehingga berpotensi berbahaya selama kehamilan.

Referensi:
Papaya Leaf Tea. Diakses pada 2025. Treat Yourself to Tropical Healing.
NDTV Food. Diakses pada 2025. 9 Incredible Benefits of Papaya Leaf Juice.
MDPI Foods. Diakses pada 2025. Nutritional, Phytochemical, and Antimicrobial Properties of Carica papaya Leaves: Implications for Health Benefits and Food Applications.

Sumber